Mari Belajar

Untuk Sahabat

pada September 28, 2012

“Pagi Kagome, apa kabarmu ?”, suara Ayumi sentak menyadarkan Kagome yang sedang melamun.
“Ah, kamu ini mengagetkan ku saja”, gerutu Kagome tanpa menghiraukan pertanyaan sahabatnya.
Bel tanda masuk pelajaran pertama terdengar, semua siswa menjalani pelajaran pagi itu.

Saat istirahat semua siswa pun segera keluar dengan aktivitasnya masng-masing.
“Kagome, hey Kagome tunggu”, suara dari kejauhan memaksa Kagome yang sedang berjalan bersama Ayumi untuk menoleh.
“Sinichi, ada apa?”, tanya Kagome bingung.
“Hari ini kamu terlihat berbeda Kagome, ada masalah?” tanya Sinichi.
“Iya Kagome, aku juga heran kenapa kamu begitu berbeda dari biasanya yang selalu ceria” tambah Ayumi.
“Baiklah, aku akan cerita nanti di kantin karena aku sudah lapar sekali”, pinta Kagome.
Mereka bertiga pun menuju kantin dan langsung memesan makanan dan minuman.

“Begini, aku kepikiran dengan Sasuke, sudah dua hari ini dia tidak masuk sekolah, dua hari yang lalu saat pulang sekolah aku sempat melihatnya di jalan ingin menyetop sebuah angkot, namun aku tidak sempat berhenti untuk bertanya karena pada saat itu juga sedang gerimis dan supirku melaju cepat”, Kagome segera bercerita.

Mereka berempat selalu bersama di sekolah, dan Sasuke belum mempunyai ponsel sehingga sulit untuk teman-temannya menghubungi.

“Iya, aku juga sempat kepikiran dengan Sasuke yang tidak masuk dan tanpa kabar”, tambah Sinichi.
“Aku penasaran apa yang terjadi dengan Sasuke”, kata Kagome sedih.
“Sudahlah, kalau kamu penasaran, kenapa tidak kita datangi saja ke rumahnya?”, sahut Ayumi.
“Benar juga kata Ayumi, sepulang sekolah nanti kita pergi kerumahnya, biar kalian berdua ikut di mobilku”, kata Sinichi.
Mereka pun melanjutkan makan hingga bel tanda masuk kelas berbunyi.

Pulang sekolah ketiga sahabat itu langsung menuju ke rumah Sasuke.
“Permisi…”, teriak Sinichi sambil mengetuk rumah Sasuke.

Beberapa kali mereka mengetuk namun tak ada yang keluar hingga salah satu tetangga Sasuke menanyai mereka.
“Ada apa ya dek?”, kata seorang ibu.
“Begini bu, apa ibu tahu ke mana Sasuke dan keluarganya?”, tanya Kagome.
“Oh, dua hari yang lalu ibu Sasuke masuk rumah sakit, makanya mereka sedang tidak di rumah”, jawab ibu itu.
“Masuk rumah sakit? Apa ibu tahu di mana rumah sakit tempat ibu Sasuke dirawat?”, sahut Ayumi.
Ibu itu memberi tahu alamatnya, dan ketiga sahabat itu langsung pergi menuju rumah sakit.

Di rumah sakit, ketiga sahabat itu menemui Sasuke yang sedang tertunduk di depan kamar pasien.
“Sasuke…”, panggil Sinichi sambil menepuk pundak Sasuke.
“Kalian? sedang apa kalian?”, kata Sasuke terkejut.
“Kami tadi ke rumah kamu karena beberapa hari ini kamu tidak masuk sekolah dan kata tetangga, ibumu masuk rumah sakit, kalau boleh tahu ibumu sakit apa Sasuke?”, tanya Kagome lagi.
“Ibuku menderita pembengkakkan di hatinya, dan itu memerlukan biaya banyak untuk mengobatinya, makanya dua hari ini aku bekerja sebagai loper koran untuk ibuku”, terang Sasuke.
Ketiga sahabat itu menyabarkan Sasuke.

Kagome, Sinichi dan Ayumi mengumpulkan dana dari para siswa dan guru di sekolah untuk meringankan beban Sasuke. Sasuke yang menerima bantuan teman-temannya merasa terharu.
“Terima kasih teman-teman, kalian telah menolong ibuku” kata Sasuke.
“Sama-sama Sasuke, itulah gunanya sahabat, saling membantu satu sama lain dan kami harap ini bisa mengurangi bebanmu”, kata Sinichi sambil merangkul sahabatnya itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: