Mari Belajar

Pantun Berbalasan

 

Buah pepaya dibawa Rizqan

Taruh di ember agar tak lupa

Bolehkah tanya saya berikan

10 november itu hari apa?

 

Ada panda dibalik batu

Mencari makan dengan anaknya

Kalau anda bertanya itu

Hari pahlawan tentu jawabnya

 

Anak sholeh sedang mengaji

Ibu melihat tutuplah pintu

Kalau boleh bertanya lagi

Makna apa di tanggal itu?

 

Teman Unyil adalah Melani

Sipit mata itu cirinya

Hargai pahlawan di negeri ini

Itulah makna peringatannya

Tinggalkan komentar »

Sambutan (keterampilan menulis)

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bai kita semua. Salawat dan salam selalu kita haturkan pada junjungan kita Nabi Muhammad saw , tidak lupa kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT yang karna rahmat-Nya jua lah kita masih bisa menarik nafas panjang sampai sekaran ini.

 

Selanjutnya kami selaku panitia pelaksana acara ini mengucapkan terimakasih pada pada peserta sekalian yang ikut berpartisipasi dalam seminar ini. Kepada Bapak Ahmad yang bersedia mengisi seminar ini kami ucapkan terimakasih banyak.

 

Kami selaku panitia pelaksana mengharapkan dengan diadakannya seminar lamut ini dapat memupuk rasa cinta kita sebagai orang banjar pada kesenian daerah yang satu ini. Seminar lamut ini juga kami jadikan sebagai upaya dalam mempertahankan kesenian daerah yang hampir punah ini, kalau kita lihat sekarang orang-orang di sekitar kita lebih mengenal budaya orang luar dibandinkan dengan budaya sendiri, yaitu budaya Banjar salah satunya kesenian tradisional lamut ini.

 

Akhir kata kami selaku panitia pelaksana berharap agar seminar lamut ini berjalan lancar dan dapat bermanfaat bagi kita semua yang hadir di sini. Sekali lai kami mengucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar »

Ibu Lina yang Baik Hati

Saya memiliki seorang guru, ia adalah seorang guru bahasa Indonesia. Namanya Herlinawati, kami biasanya memanggilnya ibu Lina. Umurnya 32 tahun. Badannya cukup tinggi mungkin tingginya sekitar 165 cm. Badannya tidak terlalu kurus dengan kulit yang putih merona.

Wajah ibu Lina berbentuk oval. Matanya berwarna coklat tua. Alisnya panjang dan tebal. Hidungnya mancung dan tidak terlalu besar. Bibirnya tipis dan dilapisi warna kemerahan dari lipstick yang biasa ia kenakan. Ada tahi lalat di sekitar dagu dan itu menjadi ciri khasnya, membuatnya tambah manis.

Ibu Lina selalu mengenakan kerudung. Seringkali ia mengenakan bros berbentuk bunga dengan berbagai warna sesuai dengan warna baju yang ia kenakan. Dia biasanya mengenakan sepatu pantofel berwarna hitam atau coklat yang memiliki hak sekitar 5 cm. Dia juga selalu membawa tas. Tas yang sering ia kenakan adalah yang berwarna coklat bermerk Hermes, yang selalu ia gantungkan di lengan kanannya. Terkadang ia jua mengenakan tas bermerk lain seperti Channel, Gucci, dan Chloe. Ia selalu serasikan dengan baju yang ia kenakan saat mengajar di sekolah.

Saat mengajar tak jarang ia mengenakan kacamata dengan bingkai persegi panjang berwarna hitam. ia juga biasanya mengenakan jam tangan kulit berwarna coklat . Ibu Lina selalu bersikap ramah kepada para siswa dan selalu  tersenyum manis.

Dengan keramahannya ibu Lina dijadikan sebagai guru terfavorit oleh siswa-siswi di sekolah di mana ia mengajar. Ia selalu memberi masukan kepada para siswa. Dia juga sangat pandai membaca puisi. Ya, tentu saja karena dia memang guru bahasa Indonesia. Dia membaca puisi dengan gaya yang terbentuk dari tangan maupun mimik wajah.

Tinggalkan komentar »

Untuk Sahabat

“Pagi Kagome, apa kabarmu ?”, suara Ayumi sentak menyadarkan Kagome yang sedang melamun.
“Ah, kamu ini mengagetkan ku saja”, gerutu Kagome tanpa menghiraukan pertanyaan sahabatnya.
Bel tanda masuk pelajaran pertama terdengar, semua siswa menjalani pelajaran pagi itu.

Saat istirahat semua siswa pun segera keluar dengan aktivitasnya masng-masing.
“Kagome, hey Kagome tunggu”, suara dari kejauhan memaksa Kagome yang sedang berjalan bersama Ayumi untuk menoleh.
“Sinichi, ada apa?”, tanya Kagome bingung.
“Hari ini kamu terlihat berbeda Kagome, ada masalah?” tanya Sinichi.
“Iya Kagome, aku juga heran kenapa kamu begitu berbeda dari biasanya yang selalu ceria” tambah Ayumi.
“Baiklah, aku akan cerita nanti di kantin karena aku sudah lapar sekali”, pinta Kagome.
Mereka bertiga pun menuju kantin dan langsung memesan makanan dan minuman.

“Begini, aku kepikiran dengan Sasuke, sudah dua hari ini dia tidak masuk sekolah, dua hari yang lalu saat pulang sekolah aku sempat melihatnya di jalan ingin menyetop sebuah angkot, namun aku tidak sempat berhenti untuk bertanya karena pada saat itu juga sedang gerimis dan supirku melaju cepat”, Kagome segera bercerita.

Mereka berempat selalu bersama di sekolah, dan Sasuke belum mempunyai ponsel sehingga sulit untuk teman-temannya menghubungi.

“Iya, aku juga sempat kepikiran dengan Sasuke yang tidak masuk dan tanpa kabar”, tambah Sinichi.
“Aku penasaran apa yang terjadi dengan Sasuke”, kata Kagome sedih.
“Sudahlah, kalau kamu penasaran, kenapa tidak kita datangi saja ke rumahnya?”, sahut Ayumi.
“Benar juga kata Ayumi, sepulang sekolah nanti kita pergi kerumahnya, biar kalian berdua ikut di mobilku”, kata Sinichi.
Mereka pun melanjutkan makan hingga bel tanda masuk kelas berbunyi.

Pulang sekolah ketiga sahabat itu langsung menuju ke rumah Sasuke.
“Permisi…”, teriak Sinichi sambil mengetuk rumah Sasuke.

Beberapa kali mereka mengetuk namun tak ada yang keluar hingga salah satu tetangga Sasuke menanyai mereka.
“Ada apa ya dek?”, kata seorang ibu.
“Begini bu, apa ibu tahu ke mana Sasuke dan keluarganya?”, tanya Kagome.
“Oh, dua hari yang lalu ibu Sasuke masuk rumah sakit, makanya mereka sedang tidak di rumah”, jawab ibu itu.
“Masuk rumah sakit? Apa ibu tahu di mana rumah sakit tempat ibu Sasuke dirawat?”, sahut Ayumi.
Ibu itu memberi tahu alamatnya, dan ketiga sahabat itu langsung pergi menuju rumah sakit.

Di rumah sakit, ketiga sahabat itu menemui Sasuke yang sedang tertunduk di depan kamar pasien.
“Sasuke…”, panggil Sinichi sambil menepuk pundak Sasuke.
“Kalian? sedang apa kalian?”, kata Sasuke terkejut.
“Kami tadi ke rumah kamu karena beberapa hari ini kamu tidak masuk sekolah dan kata tetangga, ibumu masuk rumah sakit, kalau boleh tahu ibumu sakit apa Sasuke?”, tanya Kagome lagi.
“Ibuku menderita pembengkakkan di hatinya, dan itu memerlukan biaya banyak untuk mengobatinya, makanya dua hari ini aku bekerja sebagai loper koran untuk ibuku”, terang Sasuke.
Ketiga sahabat itu menyabarkan Sasuke.

Kagome, Sinichi dan Ayumi mengumpulkan dana dari para siswa dan guru di sekolah untuk meringankan beban Sasuke. Sasuke yang menerima bantuan teman-temannya merasa terharu.
“Terima kasih teman-teman, kalian telah menolong ibuku” kata Sasuke.
“Sama-sama Sasuke, itulah gunanya sahabat, saling membantu satu sama lain dan kami harap ini bisa mengurangi bebanmu”, kata Sinichi sambil merangkul sahabatnya itu.

Tinggalkan komentar »

Bahan bacaan

ane kasih link gratis deh untuk antum antum sekalian,

http://www.lokerseni.web.id/2012/01/cerpen.html

http://kumpulan-cerpen.blogspot.com/

http://cerpen.gen22.net/

http://cerpenkompas.wordpress.com/

 

 

Tinggalkan komentar »

Cara membuat cerpen

Cara membuat cerpen sebenarnya tidak sulit. Mengapa membuat cerpen terkesan rumit dan berbelit belit itu bukan karena kita tulalit, tetapi selami ini kita terkotak dalam cara berpikir yang sangat sempit. Terlebih saat kita masih belajar di bangku sekolah, seolah begitu banyak batasan untuk menguraikan cara membuat cerpen. Kita begitu hafal dengan aturan membuat cerpen, tetapi ketika diminta untuk menuliskan cerpen tiba tiba pikiran berhenti bagaikan patung mati. Itu adalah salah satu fakta yang terjadi dalam hidup kita. Kita lebih banyak diajarkan PENGETAHUAN dan ATURAN tata cara membuat cerpen tanpa dibiasakan untuk menuangkan ide dalam tulisan berbentuk cerita pendek. Sehingga meskipun kita begitu hafal unsur unsur yang membangun cerpen tetapi tak pernah mampu membuat karya nyata dalam bentuk cerpen. Sekarang lupakan berbagai aturan seputar cara membuat cerpen yang hanya membuat anda pusing. Kembalikan semua aturan itu pada pemiliknya dan buatlah aturan sendiri agar tulisan yang lahir benar benar punya ruh dan memiliki jati diri. Cara membuat cerpen cukup dengan 3 kata, tulis sekarang, siap gagal ditengah jalan, dan jangan menyerah ketika menulis. Tulis saja apapun yang kita suka tanpa perlu terbelenggu oleh aturan. Belajar dengan membaca cerpen cerpen orang lain, dan tanamkan keyakinan jika anda punya kemampuan untuk membuat cerpen yang lebih baik dari siapapun. Tak perlu ribet dari mana harus memulainya, tetapi sekaranglah untuk segera menuliskan ide dalam bentuk cerita pendek. Itulah cara membuat cerpen yang sudah dilalui oleh cerpenis berkualitas dunia. Mereka tak terbelenggu oleh batasan dan aturan, tetapi mereka membuat cerpen dengan aturannya sendiri. Jadi jangan pernah mau dipenjara oleh aturan cara membuat cerpen dari orang lain.

Jadi intinya kalau mau membuat cerpen perbanyaklah membaca.

Tinggalkan komentar »

Unsur cerpen (intrinsik-ekstrinsik)

1. Unsur intrinsik

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membangun karya itu sendiri. Unsur–unsur intrinsik cerpen mencakup:

  • Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita.
  • Latar(setting) adalah tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung.
  • Alur (plot) adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.

Alur Cerpen dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
  2. Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
  3. Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.

Alur Cerpen meliputi beberapa tahap:

  1. Pengantar: bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  2. Penampilan masalah: bagian yang menceritakan maslah yang dihadapi pelaku cerita.
  3. Puncak ketegangan / klimaks : masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
  4. Ketegangan menurun / antiklimaks : masalah telah berangsur–angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  5. Penyelesaian / resolusi : masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.
  6. Perwatakan : menggambarkan watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tiga segi yaitu melalui:
  • Dialog tokoh
  • Penjelasan tokoh
  • Penggambaran fisik tokoh
  1. Nilai (amanat) adalah pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik cerpen meliputi:

  • Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan
Tinggalkan komentar »

Jenis-jenis cerpen

Kalau manusia ada yang namanya jenis kelamin untuk membedakan laki-laki dan perempuan , cerpen juga ada jenis-jenisnya tapi bukan jenis kelamin seperti manusia, ini dia jenis-jenis cerpen berdasarkan jumlah katanya :

1. Cerpen mini (flash), cerpen dengan jumlah kata antara 750-1.000 buah.

2. Cerpen yang ideal, cerpen dengan jumlah kata antara 3.000-4000 buah.

3. Cerpen panjang, cerpen yang jumlah katanya mencapai angka 10.000 buah.

 

Sekarang berdasarkan teknik mengarangnya, cerpen dibedakan menjadi :

1. Cerpen sempurna (well made short-story), cerpen yang terfokus pada satu tema dengan plot yang sangat jelas, dan ending yang mudah dipahami. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat konvensional dan berdasar pada realitas (fakta). Cerpen jenis ini biasanya enak dibaca dan mudah dipahami isinya. Pembaca awam bisa membacanya dalam tempo kurang dari satu jam

2. Cerpen tak utuh (slice of life short-story), cerpen yang tidak terfokus pada satu tema (temanya terpencar-pencar), plot (alurnya) tidak terstruktur, dan kadang-kadang dibuat mengambang oleh cerpenisnya. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat kontemporer, dan ditulis berdasarkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang orisinal, sehingga lajim disebut sebagai cerpen ide (cerpen gagasan). Cerpen jenis ini sulit sekali dipahami oleh para pembaca awam sastra, harus dibaca berulang kali baru dapat dipahami sebagaimana mestinya. Para pembaca awam sastra menyebutnya cerpen kental atau cerpen berat.

Tinggalkan komentar »

Ciri – ciri cerpen (cerita pendek)

Tadi sudah dibahas sedikit tentang cerita pendek nah ini sekarang ciri-cirinya menurut Om sumarjo dan Om Lubis.

Om Sumarjo bilang cerpen itu ciri-cirinya seperti ini , yang di bawah ini :

  • Ceritanya pendek
  • Bersifat rekaan (fiction)
  • Bersifat naratif
  • Memiliki kesan tunggal

Berbeda lagi dengan Om Lubis, Ia bilang kalau ciri – ciri cerpen itu :

  • Harus mengandung interprestasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Interpretasi di sini maksudnya apa yang dianut/ diyakini/ difikirkan pengarang tercermin dari cerpen yang ia tulis
  • Ada sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.
  • Harus mempunyai seorang yang menjadi pelaku atau tokoh utama.
  • Harus satu efek atau kesan yang menarik.
Tinggalkan komentar »

Sedikit tentang cerita pendek

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah salah satu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novel.

Di dalam sebuah cerita pendek aspek masalah yang diceritakan sangat dibatasi. Dengan adanya pembatasan ini maka masalah yang diceritakan akan tergambar lebih jelas dan lebih mengesankan bagi pembaca. Oleh karena itu sebuah cerita prosa yang disebut cerita pendek memang menjadi pendek karena pengembangan plotnya sangat dibatasi.

Dalam kesusastraan Indonesia banyak kita jumpai cerita pendek. Tetapi tidak semua cerita yang pendek itu bisa disebut cerita pendek. Sebuah cerita pendek bisa dikatakan cerita jika pada cerita itu kita temui adanya satu kesatuan. Jadi, pendeknya bukan karena dipenggal-penggal melainkan karena memang pengembangan plotnya terbatas.

Nah, itu tadi tentang cerita pendek meski sedikit mudah- mudahan bisa membantu. Aamiin.

Sekedar Informasi cerpen atau cerita pendek itu zaman jaya-jayanya pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Karena pada masa penjajahan Jepang rakyat Indonesia dituntut untuk bekerja secepat mungkin untuk menghasilkan banyak pekerjaan dan itu berdampak juga pada kesusastraan Indonesia pada saat itu. Lanjut deh ke artikel berikutnya…

Tinggalkan komentar »